Dengan Pelindung Tuhan Yang Maha Esa.

Negara Indonesia memiliki kekayaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang sangat pontensial. Jika dikelola dengan baik memungkinkan Indonesia berdiri sangat kokoh dan menjadi negara mandiri dimasa depan.

 

Komunikasi pemerintah dan rakyat harus terjalin agar dapat bersinergi membangun Indonesia.

 

Oleh sebab itu, diperlukannya sebuah organisasi yang notabenenya siap bergandengan tangan dengan pemerintah dan warga.

 

Untuk mewujudkan itu semua, salah satunya dengan menciptakan komunikasi yang sehat antara masyarakat global di dibutuhkanya kontribusi Alainsi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI).

 

Demikian itu yang mendorong lahirnya organisasi AJWI pada tahun 2012 silam dengan berakte notaris Abdul Rajab rahman, SH., M.Kn, nomor:6 tahun 2012. Didirikan oleh 3 orang, yaitu Neneng A Tuty SH, Popi Rahim dan Yusweri.

 

Ketiga pendiri berlatar belakang, yakni Popi Rahim pernah bekerja di Perusahaan Pers maenstrem, yaitu Elshinta.com dan Obsessionnews.com. Lalu, Neneng A Tuty, seorang aktivis dan juga pernah menjabat Ketua Umum Laskar Merah Putih, kini aktif di salah satu partai politik nusantara. Sementara Yusweri, juga seorang organisatoris yang memperjuangan kaum buruh.

 

Dalam perjalananya, pada tahun 2017 Assosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) mendapatkan pengesahan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, no AHU-0013377.AH.01.07.TAHUN 2017, dengan nama Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI).

 

AJWI memiliki harapan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang melek informasi dapat berkontribusi membangun negeri Indonesia tercinta ini.

 

Tentunya untuk mencapai informasi yang dimengerti di semua lini masyarakat diperlukannya pembelajaran jurnalistik dasar.

 

Kehadiran Jurnalis Warga atau Citizen Journalism sudah tak berbendung lagi dalam masyarakat dunia. Ini terlihat informasi menyebar sangat cepat di tengah masyarakat. Dengan menggunakan ponsel, masyarakat kini mendapatkan informasi di belahan dunia.

 

Namun sangat disayangkan, berita yang berkembang saat ini masih terdapat banyak informasi yang tidak berkualitas dan berita hoax (palsu).

 

Oleh sebab itu, perlunya suatu wadah mempersatukan berbagai jenis profesi belajar jurnalistik dasar, seperti AJWI.